Musik mindfreaks
Menggila maya!
Siang tadi kami di sanggar Mahagenta kedatangan tamu anak anak dari sanggar anak Sang Abul yang bermarkas di Bulungan.Mereka meminta kami untuk membantu membuatkan rekaman dari lagu lagu mereka.Sangat semangat sekali kelihatannya mereka dan rasa riang seorang anak juga kebebasannya jelas terlihat.Saya sangat terharu sekali melihat hal itu.Dulu sewaktu saya masih kanak kanak,saya tak bisa merasakan berproses dalam sanggar anak seperti mereka ini.Mereka berlatih teater,menari.membacakan puisi juga bermain musik.Kang Andi bersama membuat komunitas sanggar anak ini dengan perjuangan yang sangat berat pastinya.Saya jadi teringat saat dulu sewaktu saya masih berproses di ONCOR atau sekarang lebih di kenal dengan nama BALAI KESENIAN ONCOR,saya pernah membuat satu komunitas kecil bersama anak anak kecil yang tinggal di sekitar ONCOR.Saya memberikan sedikit ilmu kesenian betawi.Pada awalnya memang sangatlah sulit untuk membuat anak anak mengerti dan memahami apa yang coba kita berikan kepada mereka,terlebih kalau tradisi yang kita berikan.Karena anak anak sekarang ini sudah lebih dekat dengan televisi yang melulu menayangkan program program acara yang jauh dari tradisi,jangankan tradisi,televisipun saat ini sangat jauh dari memberikan program atau pesan pesan moral dan ilmu kepada anak anak sekarang.Kita lihat acara yang di buat oleh salah satu stasiun televisi yang membuat satu tayangan acara untuk anak anak,yaitu semacam ajang festival bernyanyi.Saya tidak melihat sama sekali pendidikan pada anak yang di berikan pada acara itu,dan parahnya lagi,tidak ada ilmu bernyanyi yang di berikan pada acara itu.Kalau seandainya saja ada pelajaran atau apalah namanya yang dapat di berikan,itu sangat baik.Tapi di acara itu tidak ada sama sekali,malah anak anak sepertinya lebih di perkenalkan lagu lagu yang menurut saya sangat jauh dari porsi usia mereka.Di waktu zamannya Adi Bing Slamet,Chica Kuswoyo,Ira Mayasopa dan lain lain,itu terasa sekali lagu lagu yang mereka nyanyikan sangat pas sekali dengan dunia mereka,hingga zaman Joshua pun masih terasa .Namun sekarang ini anak anak lebih mengenal bahkan sangat hafal sekali lagu lagu yang jauh dari usia dan dunia anak.Saya pernah di tanya oleh seorang anak kecil mengenai arti cinta dalam pengertian orang dewasa.Nah jika anda pernah mengalami hal yang sama, apakah jawaban yang akan anda berikan kepada anak itu?.Memang anak anak harus kita perkenalkan arti dan rasa cinta ataupun sayang kepada mereka,namun pengertian yang kita berikan pasti sangat jauh berbeda dengan arti cinta orang dewasa.Saya jadi ada rasa takut sekali,jangan jangan nanti suatu saat anak anak akan bertanya hal lebih jauh lagi dari arti cinta orang dewasa,bahkan hal hal yang intimpun.Apalagi sekarang ini banyak anak anak yang belum pada usianya sudah masuk pada dunia maya,MENGGILA MAYA!!!
Anak anak dari sanggar Sang Abul ini saya lihat masih dekat dengan dunia anaknya.Lagu lagu yang mereka buat dan nyanyikan sendiri masih pas dengan usianya.Saya mandengarkan mereka bernyanyi,ada lagu yang menceritakan tentang hutan,bantal dari nenek,ayo membaca dan lain lain.Saya berfikir berapa banyakkah sanggar anak seperti ini di Indonesia saat ini?dan apakah pemerintah memperhatikan hal ini?
Saya jadi mempunyai mimpi….jika nanti entah suatu saat saya bisa sekaya Aburizal Bakrie,saya akan mensuport sanggar anak di Indonesia seperti ini pada umumnya…hahaha…apakah bisa?
Untuk Kang Andi dan sanggar Sang Abul saya sangat berharap akan tetap hidup dan berkarya pada jalurnya.
Menggila Maya!!!!

Tinggalkan Balasan